A.
Tujuan
(kembali)
1. Memahami apa yang dimaksud dengan Komparator Inverting
2. Memahami rangkaian Komparator Inverting
3. Melakukan simulasi rangkaian Komparator Inverting
B.
Alat
dan Bahan (kembali)
1. Resistor
Resistor merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam sebuah sirkuit atau rangkaian elektronik. Resistor berfungsi sebagai resistansi/ hambatan yang mampu mengatur atau mengendalikan tegangan dan arus listrik rangkaian.
2. Rectifier
Rectifier atau dalam bahasa
Indonesia disebut dengan Penyearah Gelombang adalah suatu bagian dari Rangkaian
Catu Daya atau Power Supply yang berfungsi sebagai pengubah sinyal AC
(Alternating Current) menjadi sinyal DC (Direct Current). Rangkaian Rectifier
atau Penyearah Gelombang ini pada umumnya menggunakan Dioda sebagai Komponen
Utamanya.
3. Baterai
Berfungsi untuk mensuplai tegangan pada rangkaian.
4. Op
amp
Penguat operasional (Operational Amplifier) atau yang biasa disebut dengan op-amp, merupakan penguat elektronika yang banyak digunakan untuk membuat rangkaian detektor, komparator, penguat audio, video, pembangkit sinyal, multivibrator, filter, ADC, DAC, rangkaian penggerak dan berbagai macam rangkaian analog lainnya
5. Transistor
npn
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai
sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching),
stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal.
Spesifikasi
·
DC current gain maksimal 800
·
Arus Collector kontinu (Ic) 100mA
·
Tegangan Base-Emitter (Vbe) 6V
·
Arus Base maksimal 5mA
6. Kapasitor
Kapasitor atau kondensator oleh ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867) pada hakikatnya adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/ muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik atau komponen listrik yang mampu menyimpan muatan listrik yang dibentuk oleh permukaan (piringan atau kepingan) yang berhubungan yang dipisahkan oleh suatu penyekat.
7. Flame
sensor
Sensor api atau Flame sensor
merupakan salah satu alat pendeteksi kebakaran melalui adanya nyala api yang
tiba-tiba muncul. Besarnya nyala api yang terdeteksi adalah nyala api dengan
panjang gelombang 760 nm sampai dengan 1.100 nm. Transducer yang digunakan
dalam mendeteksi nyala api adalah infrared.
Secara umum, prinsip kerja sensor
api cukup sederhana, yaitu memanfaatkan sistem kerja metode optik. Optik yang
mengandung ultraviolet, infrared, atau pencitraan visual api, dapat mendeteksi
adanya percikan api sebagai tanda awal kebakaran. Jika telah terjadi reaksi
percikan api yang cukup sering, maka akan terlihat emisi karbondioksida dan
radiasi dari infrared. Siap yang dapat mendeteksi ini sebaga sebuah kebakaran?
Tentunya ultraviolet yang terkandung dalam sensor api.
8. Led
LED atau Light Emitting Diode adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan dengan bias maju (forward bias). LED (Light Emitting Diode) dapat diartikan sebagai sebuah dioda yang memancarkan cahaya, karena memang LED (Light Emitting Diode) merupakan keluarga dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor.
9. Temperature
sensor
Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi tegangan
tertentu yang sesuai dengan perubahan suhu.
10. Motor
DC
Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik
putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator atau
sebaliknya generator DC dapat difungsikan sebagai motor DC.
11. Gas
sensor (MQ 2)
Gas Sensor (MQ2) adalah sensor yang
berguna untuk mendeteksi kebocoran
gas baik pada rumah maupun industri. Sensor ini sangat cocok untuk
mendeteksi H2, LPG, CH4, CO, Alkohol, Asap atau Propane.
Karena sensitivitasnya yang tinggi dan waktu respon yang cepat, pengukuran
dapat dilakukan dengan cepat.
12. Potensiometer
Potensiometer (POT) adalah
salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan
kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer
merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor.
Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft
atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan
Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.
13. Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara
listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang
terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal
(seperangkat Kontak Saklar/Switch).
Konfigurasi pin:
Spesifikasi:
14. Speaker
Speaker adalah sebuah perangkat keras yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi suara, atau bunyi. Sinyal listrik yang dimaksud adalah sinyal dengan frekuensi tertentu, sehingga dapat menggerakkan membrane speaker yang akan menyebabkan vibrasi, sehingga menghasilkan suara. Membrane pada speaker bergerak karena speaker memiliki coil yang Ketika dialiri arus listrik, akan berubah menjadi medan magnet. Medan magnet ini akan berinteraksi dengan magnet permanen pada speaker, sehingga menyebabkan vibrasi tersebut.
C.
Teori
dasar (kembali)
Rangkaian komparator inverting
dengan tegangan input Vi berupa gelombang segitiga dan tegangan referensi Vref =
0 Volt adalah seperti gambar 88.
Misalkan tegangan output Vo = -Vsat seperti
gambar 90 maka dapat dihitung tegangan ambang bawah VLT:
Bentuk gelombang tegangan output VO adalah seperti pada gambar 91 dan
karakteristik I-O seperti pada gambar 92.
D.
Percobaan (kembali)
1. Prosedur percobaan
a.
b.
c.
2. Rangkaian simulasi
3. Prinsip Kerja
E. Video (kembali)
F. Download (kembali)
download rangkaian di sini
download video di sini
download library flame sensor di sini
download library gas sensor di sini
download html di sini
download materi di sini
download datasheet resistor dan potensiometer di sini
download datasheet diode di sini
download datasheet LED di sini
download datasheet transistor di sini
download datasheet motor dc di sini
download datasheet op amp di sini
download datasheet speaker di sini
download datasheet sensor di sini


.png)
.jpg)


















.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar